Parlemen Iran Akui Yerusalem Ibu Kota Palestina

0
44
Masyarakat Palestina mengibarkan bendera saat merayakan pelepasan semua alat pengaman di pintu masuk masjid oleh Israel di Yerusalem, 27 Juli 2017. Setelah adanya demonstrasi massa dan protes oleh otoritas agama Islam, akhirnya dibuka kembali. REUTERS/Muammar Awad

RRINEWS.CO Parlemen Iran mendukung sebuah rancangan undang-undang yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. Langkah tersebut merupakan perlawanan terhadap deklarasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status Yerusalem.

Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani menyampaikan, rancangan undang-undang itu sangat penting, mengingat Trump mengumumkan untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem 6 Desember lalu.

“Ini adalah respons atas keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” kata Larijani seperti dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu, Rabu (27/12).

Kantor berita Iran, Fars melaporkan rancangan undang-undang itu disetujui secara bulat dengan 207 suara mendukung tanpa penolakan atau abstain. RUU itu merupakan bagian dari rencana darurat ganda untuk mengatasi masalah Yerusalem yang disahkan Minggu (24/12).

Keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menuai kemarahan dunia. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa telah meloloskan resolusi untuk mengecam keputusan itu, Kamis (21/12). Sebanyak 128 negara mendukung resolusi, sembilan menolak dan 35 abstain.

Sebelum pemungutan suara, Trump mengancam untuk menghentikan bantuan negara-negara yang mendukung resolusi yang dianggap pro-Palestina, anti-Israel sekaligus anti-Trump tersebut. Resolusi Majelis Umum PBB disahkan setelah resolusi serupa di DK PBB gagal lantaran mendapat veto Amerika Serikat.***(vvn)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here