Tak Ngaku Positif Covid-19, Warga Pekanbaru ke Padang Pergi Menikah

0
22
Tenda pernikahan warga Pekanbaru ke Padang yang dilaksanakan tanpa pengantian pria Dok. Polsek Tenayan Raya

RRINEWS.COSempat tak mengaku positif Covid-1, seorang warga Pekanbaru berinisial WN (21) nekat tetap pergi ke Padang Sumatera Barat untuk melangsungkan pernikahan.

Untuk mencegah penyebaran, petugas pun melacak keberadan pria 21 tahun dan keluarganya hingga ke Padang.

Peritiwa ini berawal dari informasi yang diterima Bhabinkamtibmas di Kelurahan Industri Tenayan, Aiptu Indra Gunawan terkait rilis pasien COVID dari Puskesmas Rejosari untuk wilayah Tenayan Raya

Aiptu Indra Gunawan kemudian menindaklanjuti dengan maksud hendak melakukan tracing kontak erat pasien.

Saat dihubungi WN awalnya tidak mengakui jika ia terpapar covid-19 dan bahkan mengatakan salah alamat.

Aiptu Indra pun menyarankan, agar W melaksanakan isolasi mandiri di rumah.

“Saya hubungi dia untuk tracing, awalnya dia tidak mengaku, dia bilang dia sehat. Lalu saya jelaskan, saya hanya melaksanakan tugas sesuai data rilis. Saya cuma mau tracing ke mana saja 2 pekan terakhir ini,” ungkap Aiptu Indra menceritakan awal semua bermula, Rabu (23/6/2021).

Tapi W tetap kekeuh dirinya sehat. Bahkan mengatakan, dia akan berangkat ke luar kota untuk melangsungkan pernikahan.

“Saya ingatkan, apa tidak kasihan nanti dengan calonnya, orangtua dan lain-lain. Dia tetap bilang sudah sehat. Saya tanya, kalau sudah sehat tentu ada surat yang menyatakan sudah sehat,” jelas Aiptu Indra lagi.

Aiptu Indra lalu melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Rejosari untuk menentukan tempat dilaksanakan rawat inap bagi W.

Aiptu Indra juga berusaha membujuk dengan menghubungi orangtua W.

Namun nomor handphone sudah tak aktif lagi.

Aiptu Indra kemudian mendatangi rumah kediaman W.

Ternyata didapat informasi dari tetangga, W dan keluarga sudah berangkat ke Sumbar.

Atas hal tersebut, Aiptu W lalu meminta petunjuk dari Kanit Binmas Polsek Tenayan Raya dan Kapolsek Tenayan Raya.

“Kapolsek katanya juga mau lapor Pak Kapolresta dulu. Akhirnya saya diperintahkan ke Sumbar. Saya merasa ini juga tanggungjawab saya karena dia warga saya,” papar Aiptu Indra.

Namun ketika itu dia belum dapat informasi di mana lokasi pernikahan W dan calon istrinya.

“Saya sempat bingung juga, akhirnya saya teringat. Kalau menikah ini kan tentu pakai surat-surat. Saya coba telusuri dari KUA dan Lurah. Akhirnya dapat alamat calon istrinya di Steba, Padang. Itu lah yang jadi pegangan saya, saya kelilingi sekitaran Steba itu,” jelas Aiptu Indra.

Dipaparkannya, ketika itu dia juga mencoba mencari informasi dari akun Instagram W. Mana tahu di sana ada foto-foto tentang pernikahan yang akan dilangsungkan.

“Memang ada beberapa titik yang menikah. Saya coba cari-cari foto, ternyata dapat. Saya coba cocokkan, dapatlah lokasi rumah calon istrinya.

Setelah dipastikan, saya coba koordinasi dengan Kapolsek di situ, tepatnya Kecamatan Nanggalo. Saya sampaikan tujuan saya ke sini. Saya bilang ada warga saya laki-laki mau menikah di sini,” urai Aiptu Indra.

Kapolsek setempat lalu mencoba menghubungi tim Satgas Covid-19 Kecamatan Nanggalo.

Aiptu Indra bersama tim, selanjutnya mendatangi lokasi rumah calon mempelai wanita.

“Walaupun ada sedikit tidak terima, akhirnya dicarikan solusi. Setelah dirundingkan dengan KUA, akhirnya disepakati pernikahan digelar secara virtual.

Pihak pengantin perempuan juga diperkenankan tetap melaksanakan pesta penikahan, tanpa didampingi oleh pihak pengantin laki-laki.***(trb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here