Jenazah Covid-19 ternyata Tak Terpapar Corona, Pihak Keluarga Bongkar Makam

0
42
Prosesi pemakaman pasien covid

RRINEWS.CORatusan makan berisi jasad yang sebelumnya terindikasi Covid-19 dibongkar keluarga.

Bukan tanpa sebab, belakangan diketahui jasad-jasad yang ada dalam ratusan makan itu ternyata negatif corona.

Tak main-main, 700 lebih jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Tempat Permakaman Umum atau TPU Cikadut, Kota Bandung itu dipastikan tak terpapar Covid-19.

Pemakaman dilakukan dengan prosedur Covid-19, karena meninggal sebelum hasil swab PCR yang mereka jalani keluar.

Akibatnya, sebanyak 196 makam akhirnya dibongkar kembali atas permintaan keluarga.

Sebelumnya, lebih dari 50 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 Cikadut dalam 10 hari terakhir.

Koordinator Jasa pikul jenazah di TPU Cikadut, Fajar Ilfana, mengatakan pemakaman dengan prosedur Covid-19 nyaris terjadi setiap hari. Jumlahnya meningkat pesat pasca-Lebaran.

Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, kata Fajar, bulan Juni ini para pemanggul jenazah bekerja jauh lebih keras.

Fajar mengatakan, sejak lahan khusus pemakaman Covid di TPU Cikadut ini dibuka, sudah 1.570 jenazah yang mereka makamkan. Jenazah yang dimakamkan di TPU Cikadut, tidak semuanya warga Kota Bandung.

“Ada juga yang dari Kabupaten Bandung dan beberapa daerah lain, yang dilimpahkan ke sini oleh pihak keluarganya,” ujarnya dilansir TribunJabar.id berjudul Ratusan Makam Covid-19 di Cikadut Dibongkar, Ternyata Tak Terpapar Virus Corona, Apa Kata Pemkot?.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan, kata Fajar, setiap hari mereka memastikan ada 10 makam yang sudah digali dan siap untuk diisi.

“Kalau kurang ya tinggal gali lagi ngedadak,” ujarnya.

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari mengatakan, dari ratusan makam yang dibongkar, 71 jenazah dipindahkan ke luar Kota Bandung, sementara sisanya dipindah ke pemakaman keluarga.

“Sebanyak 71 jenazah di antaranya dipindahkan ke luar Kota Bandung, sementara sisanya, sebanyak 125 jenazah dipindah ke permakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung,” ujar Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari, Ahad (13/6/2021).

Sesuai aturan, semua pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama yang memiliki gejala yang menjurus pada Covid-19, memang harus menjalani swab PCR untuk memastikan apakah pasien itu terpapar Covid-19 atau tidak.

Sebelum hasil swab itu keluar, mereka ditangani dengan prosedur Covid-19.

Masalahnya, hasil swab PCR kerap baru keluar beberapa hari setelah swab PCR dilakukan.

Sehingga ketika pasien tersebut meninggal sebelum hasil swab PCR-nya keluar, pihak rumah sakit langsung memasukkannya sebagai pasien yang meninggal dengan indikasi terpapar Covid-19.***(trb btm)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here