Api Belum Bisa Dipadamkan Kilang Pertamina Indramayu Terbakar, 1 Orang Meninggal

0
46
Kilang minyak Pertamina Balongan terbakar f-detik.com

RRINEWS.CO – IndramayuApi melalap tangki di kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Tercatat satu orang meninggal. Warga meninggal bernama Mashadi Dulkodir (60), berdomisili di Desa Balongan, Kecamatan Balongan.

“Data korban jiwa meninggal dunia ada satu orang atas nama Mashadi Dulkodir 60 tahun warga Desa Balongan,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu Dodi Dwi Endrayadi kepada detikcom di Pendopo Bupati Indramayu, Senin (29/3/2021).

Menurut Dodi, penyebab meninggalnya warga tersebut kuat dugaan lantaran riwayat penyakit jantung yang dimiliki Mashadi. Sehingga kata dia pada saat terjadinya ledakan besar akibat kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, penyakit jantung korban kambuh.

“Korban ada riwayat penyakit jantung dan pada saat kejadian ledakan tadi malam kemungkinan yang bersangkutan kaget dan meninggal dunia,” ucap Dodi.

Selain itu, Dodi mengungkapkan, ada lima desa di Kecamatan Balongan yang terkena dampak kebakaran. Lima desa itu terdiri Desa Balongan, Rawadalem, Sukareja, Tegalurung dan Desa Sukaurip.

“Desa yang terdampak ada lima desa. Desa terdampak itu karena getaran sehingga ada kerusakan di beberapa rumah karena radius desa-desa itu tidak jauh dari lokasi kebakaran dan ledakan. Tapi kami belum asesmen berapa jumlah rumah yang rusak,” tutur Dodi.

Stok BBM Dipastikan Aman

Dalam konferensi pers yang diadakan Pertamina, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono memastikan stok BBM secara nasional tetap aman meski terjadi kebakaran di kilang tersebut.

“Kondisi stok nasional nasional sangat-sangat aman, jadi kami minta sekali lagi seperti yang disampaikan bu Dirut masyarakat tidak perlu panik karena stoknya luber,” kata Mulyono dalam konferensi pers Pertamina.

Ia merinci stok gasoline saat ini ada sekitar 10,5 juta barel. Stok sebanyak itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gasoline sekitar 27-28 hari ke depan.

“Jadi tidak ada masalah untuk gasoline-nya karena pemakaian per hari nasional itu sekitar 390 Mb atau kalau di kiloliterkan itu sekitar 62.500 ribu kiloliter, jadi sangat aman,” sambungnya.

Demikian juga untuk stok solar, solar yang tersedia hingga hari ini sekitar 8,8 juta barel. Stok segitu disebut cukup untuk kira-kira 20 hari ke depan.

Lalu, Avtur pun sama tersedia sekitar 3,2 juta barel. Stok segitu banyak bisa dipakai sampai 74 hari konsumsi.

“Jadi sekali lagi tidak ada, tidak perlu panik karena stok sangat banyak, sangat berlebihan, ini juga dipengaruhi karena kondisi belum sepenuhnya normal sehingga konsumsi juga belum begitu baik jadi stok nya masih sangat tinggi,” tegasnya.***(bbn/dtc/bbn)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here