Polres Dumai Terapkan Tilang Elektronik Lewat CCTV

0
20
Kasatlantas Polres Dumai AKP Agustinus Chandra Pietama

RRINEWS.CO- DUMAI- Polres Dumai sekitar bulan Maret 2021 akan menerapkan tilang elektronik.

Program ini salah satu kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Drs Polisi Listiyo Sigit Prabowo yaitu transformasi presisi, salah satunya penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Launching ETLE baru dilaksanakan Polda Riau Riau pada tanggal 17 Maret, apakah akan disamakan dengan Kabupaten dan kota setakat ini kita sedang menunggu informasinya.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, S.I.K, M.H melalui Kasat Lantas Polres Dumai AKP Agustinus Chandra Pietama, S.H, S.I.K pihaknya saat ini sudah memasang perlengkapan penunjang ETLE, kamera CCTV dan jaringan internet.

“Perlengkapan penunjang ETLE, sepeti kamera CCTV dan jaringan internet sudah kita pasang dan sudah diuji coba beberapa waktu lalu,” kata Kasat Lantas Polres Dumai.

Dijelaskannya, ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera untuk mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas dijalan raya.

Pelanggaran-pelanggaran yang dapat dideteksi oleh ETLE yaitu pelanggaran traffic light menerobos lampu merah pelanggaran marka jalan (garis stop), tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, dan pelanggaran tidak menggunakan helm.

Pelanggaran yang akan direkam oleh kamera pemantau, termasuk nomor polisi kendaraan, kemudian data pelanggaran akan diolah oleh tim Satlantas Polres Dumai bekerjasama dengan Samsat.

Selanjutnya, paling lama tiga hari tim akan mengirim surat konfirmasi ke alamat si pelanggar.

“Kita beri waktu 7 hari untuk datang ke Posko dan saat itu juga dilakukan penilangan menggunakan blanko biru, kami pun akan langsung melakukan pemblokiran pembayaran pajak tahunan. Setelah denda di bayar oleh pelanggar, maka blokir pajak akan dibuka kembali,” paparnya.

Saat ingin perangkat ETLE sudah di pasang di Sembilan titik. Dari 9 titik, yang diaktifkan untuk tilang elektronik ada 5 titik, yaitu disimpang Bundaran Meriam Jalan Putri Tujuh, Simpang Bundaran Polres Jalan Jendral Sudirman, Simpang Sukajadi-Ombak, Simpang Ombak-Tegalega dan Simpang Bumi Ayu tengah kita persiapkan.

Operator akan meminta data ranmor yang digunakan oleh pelaku gar lantas
kepada pers regident ranmor. Diberikan waktu 7 hari setelah surat dikirim untuk penerima surat melakukan konfirmasi tentang pelanggaran tersebut serta akan dilakukan pemblokiran pajak kendaraan bermotor oleh petugas.

Apabila lewat dari 7 hari belum dikonformasi maka dilakukan pemblokiran STNK yang bisa berlaku hingga 5 tahun ke depan, dan tilang tetap berlaku hingga pelanggar melakukan konfirmasi.

Pelanggar dapat membayarkan sanksi denda tilang melalui ATM BRI dan Bank BRI sesuai dengan kode briva yang diterima melalui SMS, atau mengikuti sidang sesuai tanggal yang tertera di blanko tilang.

Setelah kewajiban pelanggar dilakukan maka pemblokiran akan dilakukan pembukaan oleh petugas.

Dengan adanya teknologi ini, secara bertahap akan membuat masyarakat selalu tertib berlalu lintas. Ia menjelaskan tentang persiapan yang dilakukan sebelum penerapan tilang elektronik akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.***(snw)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here