RRINEWS.COKasus hilangnya wartawan/jurnalis Jamal Khashoggi hingga dinyatakan meninggal dimutilasi mulai terkuak.

Dugaan keterlibatan putra mahkota Arab Saudi semakin menggema.

Putra Mahkota Arab Saudi memiliki skuad pembunuh, yang ditugaskan dengan secara rahasia untuk membunuh para pembangkang di dalam kerajaan dan di tanah asing, katanya.

The Firqat el-Nemr atau Tiger Squad, merupakan kekuatan pasukan yang diisi 50 intelijen dan melakukan operasi militer terbaik yang setia kepada pemimpin mereka.

Sejumlah orang yang pernah ditemui Warta Kota di Mekkah dan Madinah menunjukkan bahwa mereka sangat berhati-hati, saat bicara.

Mereka tahu konsekuensi terlalu bebas bicara bisa sangat menyakitkan.

Tidak mengherankan jika terjadi pelenyapan sejumlah orang di sana.

“Tembok dan jendela serta pintu di ruangan ini bisa mendengarkan percakapan saya,” kata seorang warga, yang tidak mau disebutkan namanya, saat ditemui.

Dia minta agar setiap orang jangan sembarangan bicara apalagi tentang sebuah kebijakan di negara itu.

Karena itu, setiap pembicaraan meski dilakukan tidak dalam bahasa Arab harus disampaikan dengan sangat berhati-hati bahkan jangan sampai terjadi salah paham.

Hal tersebut menjadi relevan dengan yang dialami oleh Jamal Khashoggi, yang membocorkan rahasia negara dan dianggap sebagai pengkhianat negara kaya raya itu.

Bagian potongan tubuh korban, Jamal Khashoggi akhirnya ditemukan di sebuah sumur yang ada di konsulat tersebut.

Sebagaimana diungkap Daily Mail, dikutip Warta Kota, Selasa (23/10/2018), mungkin hanya orang dengan sembilan nyawa berani melakukan tindakan seperti Jamal Khashoggi lakukan.

Pasukan pembunuh yang sangat taat ini diawasi oleh Mohammed bin Salman, penguasa de-facto negara Teluk, Middle East Eye melaporkan.

Dia diduga telah memilih lima dari tim keamanan pribadinya yang paling dipercaya untuk melayani dalam pasukan rahasia itu.

Mereka berlima diduga berada di antara 15 orang yang khusus dikirim untuk membunuh Khashoggi, termasuk Maher Abdulaziz Mutrib, Mohammed al-Zahrani dan Dhaar al-Harbi.

Sebuah sumber mengatakan:

“Mereka (para pemimpin Arab Saudi) memiliki keyakinan bahwa menahan kritik akan meningkatkan tekanan pada mereka, jadi itu sebabnya mereka mulai membunuh sasarannya secara diam-diam tanpa bekas tanpa diketahui.”

Dinamai Pasukan Harimau terkuak setelah Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri, wakil kepala intelijen Saudi, yang dipecat oleh Riyadh, pekan lalu, atas kematian Khashoggi.

Sumber itu menambahkan:

“Assiri terkenal di antara rekan-rekannya sebagai Tiger of the South atau Harimau dari Selatan, itulah mengapa namanya Pasukan Harimau.”

Assiri dan Saoud al-Qahtani, salah satu pembantu terdekat putra mahkota, yang juga diberhentikan, minggu lalu, mereka diyakini menjadi bagian dari struktur komando.

Seorang pasukan pembunuh itu diketahui telah melakukan tujuh panggilan ke kantor pribadi Pangeran Mahkota Saudi pada hari Jamal Khashoggi terbunuh, pernyataan itu diklaim, semalam.

Agen intelijen Turki menyadap sebanyak 14 panggilan telepon oleh Mayor Jenderal Maher Abdulaziz Mutrib, mantan diplomat yang pernah ditempatkan di Inggris.

Tujuh dari mereka berada di kantor Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang isinya akan ‘meledak’ jika sampai bocor, kata sebuah sumber.

Mutrib, yang digambarkan di luar Downing Street pada bulan Maret selama kunjungan kenegaraan Putra Mahkota, digambarkan sebagai ‘tulang belakang’ dari skuad pembunuh rahasia Arab Saudi.

Mustafa al-Madani memasuki konsulat dengan kemeja yang sudah diyakini sebagai kemeja milik Jamal Khashoggi

Putra Mahkota Arab Saudi memiliki skuad pembunuh, yang ditugaskan dengan secara rahasia untuk membunuh para pembangkang di dalam kerajaan dan di tanah asing, katanya.

The Firqat el-Nemr atau Tiger Squad, merupakan kekuatan pasukan yang diisi 50 intelijen dan melakukan operasi militer terbaik yang setia kepada pemimpin mereka.

Sejumlah orang yang pernah ditemui Warta Kota di Mekkah dan Madinah menunjukkan bahwa mereka sangat berhati-hati, saat bicara.

Mereka tahu konsekuensi terlalu bebas bicara bisa sangat menyakitkan.

Tidak mengherankan jika terjadi pelenyapan sejumlah orang di sana.

“Tembok dan jendela serta pintu di ruangan ini bisa mendengarkan percakapan saya,” kata seorang warga, yang tidak mau disebutkan namanya, saat ditemui.

Dia minta agar setiap orang jangan sembarangan bicara apalagi tentang sebuah kebijakan di negara itu.

Karena itu, setiap pembicaraan meski dilakukan tidak dalam bahasa Arab harus disampaikan dengan sangat berhati-hati bahkan jangan sampai terjadi salah paham.

Hal tersebut menjadi relevan dengan yang dialami oleh Jamal Khashoggi, yang membocorkan rahasia negara dan dianggap sebagai pengkhianat negara kaya raya itu.

Bagian potongan tubuh korban, Jamal Khashoggi akhirnya ditemukan di sebuah sumur yang ada di konsulat tersebut.***(trb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here