Sudah Berulang Laka Kerja Terjadi di KID

0
19
Laka kerja

RRINEWS.CO– DUMAI – Tidak hanya kali ini saja, kecelakaan kerja di Kawasan Industri Dumai (KID) PT Wilmar Dumai Pelintung sudah pernah terjadi sebelumnya juga memakan korban jiwa dalam kecelakaan kerja.

Disnakertrans Dumai meminta pihak perusahaan menyiapkan tenaga pengawasan K3 agar hal serupa tidak terjadi.

Diberitakan sebelumnya, dua tenaga kerja sub kontraktor PT. Wilmar Dumai Pelintung mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia akibat jatuh. Korban meninggal dunia atas nama Suhendri (39) dan M. Aris Sofyan (36).

Korban atas nama Suhendri mengalami kecelakaan ketika mengeluarkan Tray Splitter untuk di cleaning, meninggal dunia di RSUD. Sementara M. Haris Sofyan meninggal dunia di lokasi kerja setelah terjatuh.

Atas kejadian itu, Kepala Disnaker Dumai Satrio Wibowo meminta pihak perusahaan untuk menyiapkan petugas yang secara khusus mengawasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebagai bentuk pencegahan terjadinya kecelakaan kerja lagi.

“Kita minta ada petugas pengawas K3 untuk melakukan pengawasan dilapangan, apalagi pekerja di ketinggian butuh pengawasan yang ketat karena resiko kerja di ketinggian juga besar,” Pesan Satria Wibowo, Senin kemarin (19/7/2021).

Menteri Ketenagakerjaan juga mengeluarkan Peraturan No 9 tahun 2016 mengatur tentang K3 Pekerjaan di Ketinggian.

Permenaker mewajibkan kepada pengusaha untuk menerapkan K3 dalam bekerja di ketinggian.

Sementara, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Disnakertrans Dumai, Irwan menambahkan, PT. Wilmar Dumai Pelintung juga tidak pernah melaporkan sub kontraktor atas nama PT Dwina Utama, dan baru melapor setelah ada insiden kecelakaan kerja.

“Padahal dalam Permenaker Nomor 19 Tahun 2012 tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain, Pemberi kerja (Wilmar Group Dumai) seharusnya melapor ke Disnaker Dumai,” kata Irwan

Pihak PT Dwina Utama sudah kita panggil, hasil wawancara perusahaan tersebut belum begitu mengerti tentang K3, untuk itu kami berharap Wilmar Dumai Pelintung yang merupakan perusahaan pemberi kerja ikut melakukan pengawasan K3 terhadap jalannya pekerjaan khususnya pekerjaan diatas ketinggian yang beresiko tinggi, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Pungkasnya.

Sementara Humas Wilmal Dumai Pelintung, Marwan Anugerah saat dikonfirmasi terkait dugaan tidak adanya pengawasan K3 hingga mengakibatkan Kecelakaan Kerja, belum menjawab. ***(ant)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here