Benarkah Terdapat Tripsin Babi dalam Pembuatan Vaksin Corona?

0
35
Ilustrasi suntikan vaksin corona. (Foto: AP/Ted S. Warren)

RRINEWS.CO- Tripsin babi banyak disebut-sebut dalam kaitannya dengan produksi vaksin, khususnya vaksin AstraZeneca. Pemakaian bahan tersebut mendasari fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia), sekaligus memantik kontroversi halal-haramnya.

Satu sisi, MUI menilai ada persinggungan dengan unsur haram dalam pembuatan vaksin tersebut. Di sisi lain, para pakar menilai persinggungan dengan tripsin babi tidak membuat produk akhirnya mengandung bahan tersebut.

Sebenarnya, apa itu tripsin babi?

“Tripsin rekombinan yang digunakan AstraZeneca dalam produksi vaksin skala industri berasal dari fusarium sejenis jamur,” jelas pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo saat dihubungi detikcom, Senin (22/3/2021).

Dalam tahap engineering GMP (Good Manufacturing Practice), menurut Ahmad, enzim tripsin babi digunakan untuk membuat pakan bakteri. Bakteri ini nantinya diperlukan biomol untuk merekayasa gen.

Namun Ahmad tekankan, enzim dari babi ini tak lagi dikandung dalam vaksin yang disuntikkan ke masyarakat.

“Nah setelah produk ini berhasil, maka selanjutnya akan dibiakkan di sel dan dalam proses pemijahan sel tidak lagi menggunakan tripsin babi, tapi tripsin rekombinan,” imbuhnya.

Ia pula menjelaskan, tren penggunaan tripsin babi dalam vaksin sebenarnya mulai ditinggalkan dalam prosedur pembuatan vaksin. Pasalnya, bahan dari sumber hewani dikhawatirkan membawa penyakit.

Kini tripsin babi banyak digunakan hanya untuk kepentingan penelitian karena harganya yang lebih murah.

“Maka industri vaksin beralih ke tripsin rekombinan di mana produksinya menggunakan sel kapang atau bakteri sehingga mudah untuk dikontrol tingkat kemurnian. Nah trypsin seperti ini yang digunakan,” jelas Ahmad.

Dengan begitu, Ahmad yakin vaksin AstraZeneca yang siap disuntikkan ke masyarakat ini sudah aman dari risiko bahaya akibat bahan hewani.

“Dari sisi keamanan sudah dikawal ketat (kemurnian dari zat yang membahayakan) sebelum masuk ke proses produksi,” pungkasnya.

AstraZeneca dalam pernyataannya menegaskan vaksinnya tidak mengandung unsur babi. Lebih dari 70 negara muslim disebut telah menyetujui penggunaan vaksin asal Inggris tersebut. Demikian juga, MUI menyatakan vaksin ini ‘mubah’ untuk digunakan karena darurat.*** (vyp/dtc/up)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here