Marjoko : Penarikan Retribusi Parkir Bukit Timah dan Rawa Panjang Bisa Mencapai Rp25 Miliar

0
15
Walikota Dumai H Paisal memimpin rapat penarikan retribusi parkir

RRINEWS.CO – DUMAIUntuk mengatasi kebocoran retribusi parkir di pos Bukit Timah dan Rawa Panjang, Pemerintah Kota Dumai akan menerapkan aplikasi pembayaran non tunai menggunakan kartu sebagaimana yang diterapkan di Jalan Tol Dumai-Pekanbaru.

Seluruh mobil angkutan CPO dan turunannya serta angkutan barang diwajibkan membayar retribusi menggunakan kartu. Tidak ada lagi transaksi menggunakan uang tunai di setiap pos.

“Setiap pembayaran menggunakan kartu akan didampingi petugas untuk memastikan sumbu berapa kendaraan mereka, ” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Dumai H Marjoko, Rabu (21/04).

Pemerintah akan bekerjasama dengan Bank Riau Kepri (BRK) serta Bank Mandiri dan akan melakukan kesepakatan kerjasama.

“Merangkul Bank Mandiri dikarenakan BRK belum bisa membuat aplikasi kartu yang langsung bisa melakukan pemotongan saldo yang terdapat di dalam kartu. Di Dumai baru lima Bank yang bisa membuat kartu yakni Bank Mandiri, BRI, BCA, BTN dan BNI, ” kata Marjoko.

Kalau sistim perparkiran non tunai ini diterapkan bisa memberikan pemasukan ke daerah prediksi Rp25 miliar lebih.

Marjoko juga memprediksikan pembayaran retribusi parkir non tunai ini bisa diterapkan di pertengahan tahun. “Pak wali berharap sistim parkir non tunai yang akan diterapkan di eks terminal barang dan pos bukit Timah segera diterapkan, ” tuturnya lagi.

Dalam penerapannya, pengendara membayar parkir hanya melalui aplikasi tersebut. Sistem parkir ini mengedepankan pembayaran non tunai melalui kartu.

Pengguna dapat melihat saldo yang terdapat di kartunya.

Penerapan parkir non tunai angkutan barang dan CPO sama seperti yang diterapkan di gerbang tol Pekanbaru-Dumai. (infotorial Bapenda Dumai)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here