Gawat! Data 279 Juta Penduduk Indonesia Bocor, Dijual Bebas di Online

0
20

RRINEWS.COIsu kebocoran data pribadi kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, sebanyak 279 juta data yang diklaim milik penduduk di Indonesia, dijual di situs surface web Raid Forum.

Situs ini bisa diakses siapa saja dengan mudah, karena bukan merupakan situs gelap atau situs rahasia (deep web).

Ratusan data tersebut dijual oleh seorang anggota forum dengan akun “Kotz”.

Dalam keterangannya, Kotz mengatakan data tersebut berisi NIK, nomor ponsel, e-mail, alamat, dan gaji.

Data tersebut termasuk data penduduk Indonesia yang telah meninggal dunia.

Data penduduk disebut bocor(tanngkapan layar Twitter) ()

Dari 279 juta data, 20 juta di antaranya disebut memuat foto pribadi.

Penjual juga menyertakan tiga tautan berisi sampel data yang bisa diunduh secara gratis.

KompasTekno coba mengunduh data-data tersebut dan mencoba mengidentifikasi secara acak. Hasilnya, beberapa nomor ponsel teridentifikasi di aplikasi Get Contact dengan nama yang mirip dengan data yang ada di sampel.

Beberapa nomor lain yang dicoba juga teridentifikasi di aplikasi Get Contact namun dengan nama yang berbeda.

Ketika menelusuri beberapa nama di Google, sangat mudah untuk menemukan media sosial mereka yang tidak jarang mencakup identitas alamat lengkap, yang ternyata juga cocok dengan sampel.

Namun, banyak juga data yang tidak cocok dan tidak teridentifikasi ketika ditelusuri dengan mesin pencarian. Kendati demikian, belum diketahui pasti keabsahan data ini.

Di situs Raid Forum, penjual tidak menuliskan berapa harga yang dipatok untuk mendapatkan dataset yang diklaim data pribadi penduduk Indonesia.

Seorang pengguna Twitter dengan akun @Br_AM mengungkap bahwa dataset yang diduga berisi data pribadi penduduk Indonesia itu dijual dengan harga 0,15 bitcoin atau sekitar Rp 84,4 juta.

Hal itu didapatkannya setelah mencoba menghubungi sang penjual. Dalam tangkapan layar percakapan @Br_AM dan penjual, diklaim bahwa dataset tersebut diambil dari situs bpjs-kesehatan.go.id.

Tanggapan BPJS Kesehatan

Saat dikonfirmasi, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, saat ini pihaknya tengah dilakukan penyelidikan.

“Saat ini kami sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah data tersebut berasal dari BPJS Kesehatan atau bukan,” ujar Iqbal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/5/2021).***(trb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here