Buntut Kecelakaan Kerja, Dokumen Amdal dan K3 Wilmar Dumai Pelintung Akan Ditelaah

0
9
Laka kerja

RRINEWS.CO- DUMAITerkait Insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Area Wilmar Group, Pimpinan DPRD dan seluruh anggota DPRD Kota Dumai mengucapkan turut berduka cita yang mendalam, karena bahagian dari masyarakat Kota Dumai yang bekerja di area PT. Wilmar Nabati Indonesia menjadi korban kecelakaan kerja.

Hal itu disampaikan ketua DPRD Dumai Agus Purwanto, Rabu (21/7/2021).

Lanjutnya, Ini akan menjadi perhatian semua pihak. “Kejadian terus saja berulang ulang dan adanya korban membuat pukulan berat bagi kita semua,” tegasnya.

“Saya akan meminta kepada komisi DPRD Dumai agar bersama pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk ikut serta melihat dan mempelajari kasus seperti ini agar tidak terulang di kemudian hari,” sebutnya.

“Dalam regulasi dan aturan, jelas kejadian ini ada sebab dan harus diselesaikan melalui prosedur yang ada,” ungkap Agus.

Masih kata Agus Purwanto, pihaknya akan telaah Amdal mereka, juga K3 dan K3LH. “Agar hal serupa tidak terjadi, Itu (Amdal, K3 dan K3LH) harus diatur sedemikian rupa dan perusahaan harus komitmen melaksanakan itu,” tegasnya.

“Karena jelas di Amdal harus mengatur terkait kenyamanan, keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja. Dan kami juga concern mengawasi terkait permasalahan ketenagakerjaan terutama perihal hak hak buruh. Juga hak hak akan santunan dan lainnya,” paparnya.

Kota Dumai harus aman dan nyaman demi menuju Kota IDAMAN, terutama para perusahaan harus mentaaati komitmen untuk daerah dan juga harus tata kelola pekerjaan, baik itu terhadap lingkungan dan ketenagakerjaan.

“Bagaimanapun hal ini penting saat kita berbicara terkait semangat membangun daerah dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” sebutnya.

“Kami akan segera melakukan koordinasi kepada pihak pihak terkait, dan bila perlu komitmen perusahan pada AMDAL dan Ketenagakerjaan akan kita gali secara mendalam, apakah perusahaan patuh, baik itu si pemilik pekerjaan yaitu PT. Wilmar, ataupun si pelaksana pekerjaan yaitu kontraktor,” ungkapnya.

“Kita akan mengawasi detail bersama mitra kami yaitu pemerintah daerah serta instansi vertikal terkait kondisi ini. Dan besar harapan ke depan tidak lagi terjadi hal serupa,” pungkasnya.***(ant)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here