24% Dokter Wafat Terpapar Covid Sudah Divaksin

0
24
Prosesi pemakaman pasien covid

RRINEWS.CO- JAKARTA – Ganasnya pandemi Covid-19 di RI telah banyak menumbangkan tenaga kesehatan termasuk dokter dan perawat. Ketua Tim Mitigasi PB IDI Dr. Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT mengungkap sebanyak 24% dokter yang wafat karena Covid-19 pada Juni hingga Juli 2021 ternyata sudah divaksinasi corona.

Jumlah tersebut didapat dari 86 dokter yang wafat akibat Covid-19 dalam 4 bulan tersebut.

“Jadi data yang kita himpun pada Februari, itu kita anggap mereka sudah divaksin Januari dan coba kita data, dari Februari sampai Juni ada 86 dokter yang meninggal, itu 24%-nya sudah divaksin,” kata Menaldi dalam jumpa pers virtual dikutip kumparan, Minggu (18/7/2021).

“Kemudian 41% belum divaksin dan sisanya belum dikonfirmasi. Kami pun sampai sekarang masih update apalagi di Juni-Juli ini. [Kami cari apakah kematian disebabkan] data komorbid juga,” imbuh dia.

Adib mengatakan banyak alasan mengapa angka kematian dokter cukup tinggi meski sudah divaksin corona. Tetapi, kata dia, salah satu faktor yakni para nakes semakin kewalahan menghadapi lonjakan kasus Comorbid-19.

Artinya, vaksin corona bisa jadi tak memberikan proteksi yang seharusnya karena para nakes sudah telanjur kelelahan, hingga menyebabkan imun terus turun.

“Karena kalau kita lihat Juli ini [kenaikan kasus] sudah melebihi puncaknya pada Januari. Memang banyak faktor, tapi yang jelas dengan tingginya kasus dan overloadnya kerjaan dihadapi teman-teman nakes, itu jadi salah satu faktor tingginya tenaga medis dan dokter wafat,” tandas dia.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Harian Mitigasi PB IDI Dr. Mahesa Paranadipa mengungkap, sebanyak 539 dokter telah meninggal hingga 16 Juli 2021.

Ia pun khawatir sektor kesehatan semakin dekat dengan potensi kolaps, mengingat sebanyak 114 dokter di antaranya wafat pada Juli, naik lebih dari 100% angka kematian dokter pada Juni. (net)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here