Moga Cepat Sembuh, Miris Bocah 2 Tahun di Dumai Terpapar Covid 19 dari Kakek dan Neneknya

0
107
Hasil rafid test

RRINEWS.CO – Dumai – Moga seluruh pasien terpapar virus corona yang diisolasi di RSUD Dumai cepat sembuh, dan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan jangan sampai terjadi seperti ini akibat dari daerah terjangkit, bocah usia 2 tahun warga Dumai Kota terpapar virus corona terjangkit dari nenek dan kekeknya melakukan perjalanan dari Bekasi.

Juru Bicara Covid-19 Riau, dr Indra Yovi Sp.P (K), dalam siaran pers Sabtu, (18/4/2020), membeberkan, ada penambahan 4 kasus positif sehingga total di Riau yang terjangkit Covid-19 sebanyak 30 kasus.

Dirincikannya, sebanyak 17 pasien dalam perawatan, 9 sudah dipulangkan karena sehat, dan 4 meninggal dunia.

Adanya penambahan kasus Covid-19 ini, kata Indra, sebagian besar dari Kota Dumai sebanyak 3 kasus.

“Tiga pasien positif tersebut masih satu keluarga, yang terdiri atas seorang balita bersama kakek dan neneknya,” ungkap Indra.

Sedangkan pasien ke-27 positif di Riau berinisial S, kata Indra, adalah warga Kecamatan Dumai Kota, dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di rumah sakit rujukan di Dumai. Pasien yang berusia 54 tahun ini memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Pasien ke-28 juga warga Dumai, berinisial K yang merupakan isteri dari pasien ke-27. Sedangkan balita yang positif COVID-19 adalah cucu dari S, yang juga tinggal di Kecamatan Dumai Kota.

Menurut Indra, balita tersebut berinisial DYA dan masih berumur dua tahun. Balita tersebut kini juga sudah dirawat dan diisolasi di Kota Dumai.

“Pasien DYA merupakan kontak erat dari pasien S,” katanya.

Menurut dia, penambahan tiga pasien di Dumai membuat kota pelabuhan tersebut pada peringkat dua terbanyak pasien positif Covid-19 di Riau, setelah Kota Pekanbaru. Ini menunjukan klaster yang cukup besar dan berpotensi sudah jadi daerah terjangkit, sehingga pemerintah setempat perlu melakukan tindakan khusus berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Dumai nomor dua tertinggi setelah Pekanbaru, jadi Pemerintah Kota Dumai kemungkinan dalam waktu dekat akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemungkinan besar wilayahnya sudah terjangkit setelah kita melihat survaelans pasien 27, 28, dan 29,” demikian Indra Yovi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Sabtu ini jumlah kasus positif COVID-19 tersebar di 11 kabupaten dan kota. Selain itu, jumlah terduga atau pasien dalam pengawasan (PDP) ada 150 orang yang masih dirawat.

Ada 28 PDP yang sudah meninggal dunia sebelum terkonfirmasi berdasarkan hasil uji swab, sedangkan yang sudah dinyatakan negatif dan dipulangkan ada 139 orang.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kini ada 11.160 orang.

Jumlah pasien positif Covid 19 bertambah dari 3 orang menjadi 6 orang penderita Covid 19 saat ini diisolasi di RSUD Dumai.

Jumlah tersebut bisa saja bertambah mengingat beberapa hasil rapid tes yang dilakukan beberapa waktu lalu kepada masyarakat Dumai masih dalan proses pemeriksaan swap Balitbang RI.

Walikota Dumai H. Zulkifli AS didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan H Syahrinaldi dan Juri Bica Gugus Tugas Covid 19 H Syaiful, Sabtu (18/4) menyebutkan jumlah masyarakat Dumai yang dinyatakan positif Covid 19 bertambah tiga orang menjadi 6 orang.

“Tadi kita mendapatkan hasil pemeriksaan swap dari Litbang RI. Dimana dari 4 hasil Litbang yang kita terima 3 diantaranya adalah positif dan 1 lainnya dinyatakan negatif Covid 19,” ujar Walikota Dumai.

4 diantara pasien corona adalah orang tanpa gejala (OTG) dan baru diketahui ketika kita melakukan uji Rapit tes dan hasil Swap.

” Kepada masyarakat Dumai untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat agar terhindar dari Covid 19 serta lebih banyak duduk dirumah agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid 19,”kata mereka.***(snw)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here