Cina Berulah Tolak Buka Data Awal Virus Corona ke WHO

0
16
penyebaran viris corona semakin menggila, dan sudah menyebar ke kebeberapa negara, terlihat petugas media china melakukan perawatan

RRINEWS.COChina Berulah Lagi, Tolak Buka Data Awal Virus Corona ke Tim WHO, Mau Beijing Apa ?

China kembali menjadi perbincangan publik dunia.

Bukan karena soal pamer militer di Laut China Selatan.

Ketegangan dengan India di perbatasan Himalaya hingga ancaman tempur ke Taiwan, pun bukan soal itu.

Musababnya, Negeri Panda dikabarkan menolak menyerahkan data penting kepada penyelidik WHO.

Asal tahu saja, badan kesehatan duani (WHO) mengirimkan tim ke Wuhan, China untuk mencari tahu soal virus corona atau Covid-19.

Penolakan dari China disampaikan langsung oleh ahli mikrobiologi Profesor Dominic Dwyer kepada Reuters, Wall St Journal, dan New York Times.

Menurut dia penyelidik sebenarnya sudah meminta data pasien di kasus-kasus awal,

yang disebutnya sebagai praktik standar.

Namun dia mengatakan tim itu hanya menerima ringkasan kasus.

Hingga kini China belum menanggapi tuduhan tersebut,

namun berulang kali menyatakan mereka transparan dalam penyelidikan WHO.

AS telah mendesak China untuk menyediakan data dari tahap awal wabah,

dengan mengatakan pihaknya memiliki kekhawatiran yang mendalam terkait laporan WHO.

sekaligus menepis teori kontroversial yang muncul tahun lalu.

Wuhan adalah tempat virus corona penyebab Covid-19 terdeteksi pertama kali, pada akhir 2019.

Sejak itu, lebih dari 106 juta kasus positif dan 2,3 juta kematian telah dilaporkan di seluruh dunia.

Para penyelidik telah meminta data mentah terkait 174 kasus Covid-19 yang teridentifikasi dari Wuhan pada Desember 2019, kata Dwyer kepada Reuters.

Hanya setengah dari kasus awal itu yang terkait dengan pasar makanan laut, tempat virus itu awalnya terdeteksi.

“Itu sebabnya kami berkeras meminta (data) itu,” kata Dwyer.

“Mengapa itu tidak terjadi, saya tidak bisa berkomentar.

Entah itu karena politik atau waktu atau karena itu sulit.

Tapi apakah ada alasan lain mengapa datanya tidak tersedia, saya tidak tahu.

Orang hanya bisa berspekulasi,” imbuh Dwyer.

Thea Kolsen Fischer, ahli imunologi Denmark yang juga bagian dari tim WHO,

mengatakan kepada New York Times bahwa dia melihat penyelidikan itu sangat geopolitik.

“Semua orang tahu seberapa besar tekanan yang ada pada China agar mereka terbuka dalam penyelidikan ini dan juga seberapa banyak kesalahan yang mungkin terkait dengan ini,” kata Fischer.

Dwyer mengatakan keterbatasan data akan disebutkan dalam laporan akhir tim WHO, yang dapat dirilis paling cepat pekan depan.

Tim tersebut tiba pada awal Januari dan menghabiskan empat perkan di China.

Para ahli diawasi secara ketat oleh otoritas China.

AS menuduh China menyembunyikan sejauh mana wabah awal terjadi dan mengkritik persyaratan kunjungan,

yang membatasi kebebasan tim WHO untuk bepergian dan mewawancarai saksi, termasuk masyarakat, dengan alasan kesehatan.

Para peneliti mengatakan kepada New York Times bahwa terjadi ketegangan antara kedua pihak yang tidak sepakat mengenai akses ke data pasien,

yang kadang-kadang meledak menjadi perdebatan sengit.

Bulan lalu, laporan sementara WHO mengkritik respons awal China,

dengan mengatakan bahwa tindakan kesehatan masyarakat bisa diterapkan dengan lebih tegas.

Tim WHO juga menyerukan penyelidikan lebih lanjut tentang kemungkinan penularan terkait “rantai dingin”,

mengacu pada teori bahwa virus dapat menyebar melalui pengangkutan dan perdagangan makanan beku.

Peter Daszak, anggota tim WHO, mengatakan fokus pada asal usul penyebab Covid-19 bisa beralih ke Asia Tenggara.***(trb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here