KPK Perpanjang Masa Penahanan Wali Kota Dumai

0
22
Plt Jubir KPK Ali Fikri

RRINEWS.COKomisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memperpanjang masa penahanan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah selama 30 hari ke depan.

Masa penahanan Zulkifli diperpanjang untuk menuntaskan pemberkasan kasus dugaan suap terkait pengurusan dana alokasi khusus yang menjerat Zulkifli.

“Untuk melengkapi pemberkasan perkara, tim penyidik KPK memperpanjang masa penahanan tersangka ZAS (Zulkifli) selama 30 hari,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (15/1/2021).

Ali mengatakan, perpanjangan masa penahanan itu terhitung sejak tanggal 16 Januari 2021 sampai dengan 14 Februari 2021 mendatang. Zulkifli telah di Rutan Polres Metro Jakarta Timur sejak Selasa (17/11/2020) lalu.

Dalam kasus ini, Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberi uang sebesar Rp 550 juta dalam bentuk dollar AS kepada mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Suap kepada Yaya itu diberikan untuk memuluskan urusan dana alokasi khusus Kota Dumai dalam APBN Perubahan Tahun 2017 dan APBN 2018.

Selain itu, Zulkfili juga diduga menerima gratifikasi uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel dari pengusaha yang mengerjakan proyek di Kota Dumai. Akibat perbuatannya, Zulkifli disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun Yaya telah divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan 15 hari kurungan oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Periksa Anggota DPRD Dalami Transaksi ke Rekening

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan transaksi sejumlah dana ke rekening Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah. Hal itu didalami penyidik saat memeriksa anggota DPRD Kota Dumai Haslinar selaku saksi kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus Kota Dumai yang menjerat Zukifli, Rabu (2/12/2020).

“(Haslinar) dikonfirmasi mengenai adanya dugaan transaksi sejumlah dana ke rekening Tersangka ZAS (Zulkifli),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (3/12/2020).

Dua Anggota DPRD Dipanggil KPK Selain Haslinar, penyidik juga memeriksa dua saksi dalam kasus ini yakni anggota DPRD Kota Dumai Yusman dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Dumai 2014-2017 Marjoko Santoso.

Dalam pemeriksaan tersebut, Yusman dikonfirmasi mengenai aliran sejumlah dana ke rekening beberapa pihak panitia pengadaan terkait proyek di Pemkot Dumai. Sementara, Marjoko dikonfirmasi mengenai alokasi dan pengusulan dana alokasi khusus Kota Dumai tahun 2017.***kompas

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here