Apakah vaksin untuk Jokowi Berbeda, Ini Kata DPR

0
9
Proses vaksinasi di Indonesia

RRINEWS.CO – Jakarta Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook yang mencatut nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait vaksin COVID-19 untuk Presiden Joko Widodo.

Dalam unggahan yang muncul pada Rabu (13/1) itu, Moeldoko diklaim memberikan pernyataan vaksin yang diterima Presiden Jokowi berbeda dengan vaksin yang tersebar untuk masyarakat.

Unggahan itu menautkan sebuah situs yang menyerupa konten berita media dengan judul “Jenderal Moeldoko Angkat Bicara, Vaksin Untuk Presiden Jokowi Beda dengan yang Tersebar?

Namun, apakah benar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan pernyataan itu?

Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial mencatut nama Moeldoko yang mengatakan vaksin untuk Presiden Joko Widodo berbeda dengan yang diedarkan. (Facebook)

Penelusuran ANTARA tidak menemukan pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait vaksin yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo berbeda dengan vaksin yang akan diterima oleh masyarakat.

Moeldoko justru menyatakan prosedur vaksin Presiden Jokowi tidak berbeda dengan masyarakat lain, sebagaimana terdapat dalam salah satu berita ANTARA pada 4 Januari 2021.

“Presiden sama, tidak ada bedanya, karena prosedurnya sama. Mungkin petugas datang, tinggal buka (lengan), jebret (suntik), selesai,” ujar Moeldoko.

Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin COVID-19 di Indonesia.

Vaksinasi COVID-19 Presiden dilakukan di teras Istana Merdeka Jakarta, Rabu. Petugas penyuntik atau vaksinator adalah Wakil Ketua Dokter Kepersidenan Abdul Mutalib.

Sebelum vaksin disuntikkan, Jokowi melewati sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui kelayakan disuntik vaksin, seperti pemeriksaan tekanan darah dan suhu tubuh.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP Ribka Tjiptaning berpendapat bisa saja cairan yang disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh lainnya pada Rabu (13/1/2021) bukan vaksin buatan Sinovac.

Dugaan itu dilontarkan Ribka dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Lanjutan Komisi IX DPR RI bersama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito dan Direktur Utama PT. Biofarma Honesti Basyir pada Rabu (13/1/2021).

“Bisa saja itu bukan Sinovac yang dikasih kan kita enggak tahu semuanya, jangan ada dusta di antara kita,” kata Ribka.

Di sisi lain, Ribka melanjutkan, Jokowi tidak bakal mengalami kesulitan jika ditemukan masalah ke depan imbas dari suntikan tersebut. Pasalnya, Jokowi bersama tokoh lainnya dilengkapi dengan fasilitas kesehatan masyarakat yang prima.

“Kalau Pak Jokowi jadi contoh demonstratif begitu disuntik orang pertama, kita semua tahu kalau itu Sinovac, kalau ada apa apa? Ya memang dokternya saja yang ngikuti ada berapa, rumah sakit siap tetapi yang [ada di daerah] di ujung-ujung sana, susah,” tutur Ribka.

Sikap itu disampaikan Ribka berlatar pada pengalamannya saat menjabat Ketua Komisi IX. Saat itu, dia mengingat, terdapat sejumlah vaksin yang ditemukan bermasalah dan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.

“Yang tadinya vaksin untuk polio malah [jadi] lumpuh layu, yang kaki gajah jadi mati 12 [orang] di Sindangaaya sana di Jawa Barat,” kata dia. ***(snw)

Sumber: Antara dan Gelora.co

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here