Tuntut Ilmu Hitam, Pria di Solok Tebas Leher Ibu dan Adik Kandung Hingga Tewas

0
20
F-ilustrasi

RRINEWS.CO – SOLOKGegara menuntut ilmu hitam, M (50), seorang pria di Solok, tepatnya di Jorong Koto Tuo, Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat melakukan tindakan biadab.

Ia menggorok leher AS (70) ibu kandung dan adik perempuannya IPS (30) hingga tewas meregang nyawa pada Jumat 10 Juni 2022 sekitar pukul 19.30 WIB malam.

Tindakan tak berperikemanusiaan itu dilakukan pelaku, karena mendapat bisikan gaib agar segera menghabisi ibu dan saudaranya itu.

Pelaku yang sehari-hari dikenal pendiam itu, menghabisi nyawa keluarganya sendiri dengan sebilah kapak dan parang.

Kasat Reskrim Polres Solok Kota AKP Evi Wansri mengatakan, peristiwa itu diketahui ketika salah seorang anak korban yang berada di Kota Pekanbaru berkali-kali menghubungi ibunya lewat sambungan telepon namun tidak menjawab.

Anak korban pun menelpon warga di Jorong Koto Tuo untuk meminta bantuan Kepala Jorong untuk memastikan keadaan orangtuanya di rumah.

Saat, Wali Jorong dan Warga datang dan mengetuk pintu kediaman korban, tak terdengar sahutan.

Berkali-kali dipanggil, penghuni rumah tak kunjung memberi respon.

Warga pun lalu masuk ke pintu samping rumah, dan ternyata di ruang tengah ditemukan korban sudah terkapar bersimbah darah.

Melihat itu, Wali Jorong pun melapor ke piket Spkt Polsek X Koto Diatas, dan polisi pun turun ke lokasi kejadian.

Dari keterangan warga, didapatkan informasi tentang anak korban M (50) yang berjalan ke arah hutan menjelang malam sambil menghunus sebilah parang.

Selanjutnya polisi dibantu warga setempat yang mengejar pelaku menangkapnya saat bertapa di hutan pinus.

Kepada polisi, pelaku mengaku sedang belajar ilmu hitam dan mendengar bisikan gaib untuk melakukan perbuatan sadis tersebut.

“Pelaku sudah kami tangkap dengan dibantu warga dan langsung dibawa ke Mapolres,” ujar Evi, Sabtu (11/6/2022).

Menurutnya, penangkapan dilakukan 12 jam usai kejadian.

Lokasinya dalam hutan sekitar 10 kilometer dari rumah pelaku.

Saat diamankan, pelaku dalam kondisi lemas tak bisa berjalan.

Bahkan warga tersangka menggotongnya menggunakan tandu dari dalam hutan menuju mobil polisi.

“Untuk barang bukti kapak sudah kami temukan, sedangkan parang masih dalam pencarian karena dibawa pelaku ke hutan dan dia tinggalkan,” katanya.***(trb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here