Hasil Otopsi Wanita Hamil yang Ditemukan Tewas Dalam Septic Tank Ada Luka Kekerasan

0
5
F-ilustrasi

RRINEWS.CO- Pekanbaru- Hasil otopsi wanita hamil 7 bulan bernama Siti Hamidah (32), yang ditemukan tewas dalam lubang septic tank di Kabupaten Kampar, polisi ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban.

Setelah pihak kepolisian melakukan otopsi terhadap tubuh Siti Hamidah, pihak dokter menyatakan kalau Siti Hamidah meninggal secara tidak normal.

“Dari fakta pemeriksaan otopsi, kami memang menemukan adanya suatu indikasi ketidakwajaran terhadap kematian korban Siti Aminah. Secara spesifikasi saya tidak bisa menyebutkan semua,” kata Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto, Rabu (9/6/2021).

Dengan adanya bekas kekerasan pada bagian leher korban akibat benda tumpul, itu menguatkan dugaan kalau korban tewas karena dibunuh oleh seseorang.

“Kita saat ini sambil menunggu proses penyelidikan dari Polres Kampar dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau,” lanjutnya.

Kemudian Supriyanto juga menyinggung soal kehamilan Siti Hamidah, dimana pada saat pembedahan tubuh Siri Hamidah, pihaknya memang menemukan ada seorang bayi yang diperkirakan berusia 6 bulan.

“Saat kita membuka pada bagian rahim, kita temukan satu janin dengan berat 440 gram dan panjang sekitar 15 cm dengan perkiraan janin dalam kandungan 24 minggu,” beber Supryanto.

Untuk jenazah Siti Hamidah sendiri saat ini sudah dikebumikan oleh pihak keluarga, usai otopsi dilakukan pada hari Selasa (8/6/2021) malam.

Penemuan Siti Hamidah (32), wanita yang ditemukan tewas dalam keadaan hamil 7 bulan di dalam lubang septic tank Perumahan Griya Sakti Jalan Garuda Sakti KM 9, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, berawal dari mimpi adik kandung.

Dikatakan adik kandung korban yang bernama Siti Nur Hasanah (28), saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Selasa (8/6/2021) sore.

“Kejadiannya tanggal 21 Mei 2021 lalu, tanggal 22-nya itu dibilang suaminya kakak saya pergi dengan lelaki. Selama 20 hari kamu mencari ke rumah si A si C, suaminya ini ikut satu mobil dengan kami,” ujar Siti.

Kemudian Siti menyampaikan, selama tiga hari terakhir pihak keluarga mendapat mimpi hal-hal buruk terkait kakaknya itu.

“Tiga malam belakangan kami semua mimpi nggak enak. Di mimpi itu, kakak minta tolong tapi kakak diam aja didalam mimpi itu,” lanjutnya dengan suara bergetar.

Karena kerap kali didatangi mimpi buruk tentang korban, Siti dan keluarga berinisiatif mendatangi rumah korban yang kebetulan sudah ditinggalkan oleh suaminya dengan alasan pulang kampung.

“Suaminya pulang kampung beberapa hari ini, kami minta kunci dititipkan tapi dia tidak mau, disitu kami curiga dia lebih memilih menitipkan ke karyawannya. Disitulah kami berusaha menggeledah rumah, tapi kakak tidak ada disana,” terang Siti.

Setelah Siti dan keluarganya hendak pulang ke rumah, tiba-tiba karyawan suami korban mencegat di jalan dan menceritakan kalau sebelumnya karyawan suami korban pernah disuruh menggali septic tank.

“Pas mau pulang dicegat sama karyawan suami kakak saya, mengatakan pernah disuruh menggali septic tank dengan alasan Septitank tersumbat, disuruh gali itu malam hari, dalamnya sekitar seleher,” beber Siti.

Setelah menggali lubang tersebut, karyawan suami korban itu pulang untuk mandi. Kemudian setelah satu jam karyawan tersebut kembali dan sudah melihat septic tank itu sudah ditimbun kembali oleh suami korban, dengan alasan septic tank itu yang ada sebelumnya, sudah tidak tersumbat.

Dari keterangan karyawan suami korban itu, kemudian Siti dan keluarganya berinisiatif memanggil pihak RT/RW dan aparat setempat untuk menggali kembali septic tank itu dan ternyata benar, korban ditemukan sudah tewas didalam lubang septic tank tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita yang sedang hamil ditemukan tewas tertimbun dalam lubang di kilometer 9, Garuda Sakti, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Riau.

Penemuan mayat itu sempat menggegerkan warga di sekitar perumahan Griya Sakti, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Selasa (8/6/2021).

“Iya ditemukan didalam lubang, setelah kita gali benar memang ada jenazah korban. Kalau pengakuan suaminya, korban memang hamil, sudah hilang sejak tanggal 22 Mei lalu. Dugaannya pembunuhan tapi ini yang sedang kita selidiki,” kata Kanit Reskrim Polsek Tapung, Iptu Lambok Hendriko, kepada GoRiau.Com.

Hingga saat ini terhadap jenazah wanita itu masih dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, untuk proses penyelidikan lebih lanjut. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here