Buat Status di Medsos Sebut Ustaz Abdul Somad Keturunan Dajjal, Jhoni Boyok Dipolisikan

0
686
Ustaz Abdul Somad dilecehkan lewat media sosial

RRINEWS.CO – PekanbaruSetelah masyarakat Riau dibikin resah dengan adanya akun facebook yang melakukan penghinaan terhadap Ustaz Abdul Somad, Front Pembela Islam Pekanbaru bergerak cepat.

Anggota FPI Pekanbaru pun langsung mencari keberadaan akun FB yang penghinaan terhadap UAS. Dimana akun terebut diketahui bernama Jhony Boyok.

Di akun FB nya, Jony Boyok mengunggah status dengan tudingan Ustadz Somad adalah keturunan Dajjal dan tidak pantas disebut Ulama dan Tokoh Melayu.

“Somad biadab, keturunan dajal. Kelakuan kejahatanmu melebihi setan,” berikut singkatan dari cuitan JB di akun sosial media miliknya pada tanggal 02 September 2018 pukul 12:00 Wib.

Status tersebut, membuat masyarakat Riau geram, bahkan beberapa organisasi kemasyarakatan seperti FPI langsung bergerak cepat.

“Kita sangat kecewa dengan Jony Boyok yang sudah menghina Datuk Seri Ulama Setia Negara Ustadz Abdul Somad dengan kata-kata yang tidak pantas untuk di ucapkan,” ucap perwakilan FPI Kota Pekanbaru, M.Khalid, Rabu (05/92018).

Khalid mendesak Jhoni Boyok untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

Karena status Jhoni kata dia, sangat melukai umat muslim dan juga orang melayu. “Kita tidak memakai materai 6000 lagi, kita akan proses secara hukum karena sudah menyakiti hati masyarakat Riau,” pungkasnya.

Namun begitu, Khalid meminta untuk seluruh elemen masyarakat bisa mengontrol emosi agar tidak terpancing akan provokasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pemilik akun Facebook Jony Boyok, yang menghina Ustaz Abdul Somad akhirnya diantar FPI Pekanbaru ke Mapolda Riau, dan diterima oleh unit kriminal khusus (Krimsus).

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Rabu malam, (5/9/2018) mengatakan, pelaku sudah diserahkan FPI ke Krimsus. Di Mapolda Riau, Jony Boyok diterima oleh petugas dan diterima unit Kriminal Khusus (Krimsus). Penjelasan Sunarto kemudian, pelaku bersikap kooperatif dan mengakui semua kesalahannya karena tengah kalut dengan permasalahan rumah tangga.

“Pelaku datang ke FPI, lalu diantar ke Krimsus. Disini, pelaku bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya. Alasan dia melakukan itu karena sedang kalut oleh masalah rumah tangga,” terang Sunarto.
***(win/grc/and)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here