Mundur dari Polri, Kasat Sabhara Ungkap Atasannya Sering Memaki

0
37
Mundur dari Polri, Kasat Sabhara Ungkap Atasannya Sering Memaki

RRINEWS.COKasat Sabhara Polres Blitar, AKP Agus Tri melayangkan surat pengunduran diri sebagai anggota Polri ke Polda Jatim.

Langkah tersebut diambil karena tidak betah dengan pimpinannya.

Perwira dengan tiga balok di pundsk mengaku tidak cocok dengan kepimimpinan Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Selain mengundurkan diri, Agus juga melaporkan Kapolres Blitar ke Polda Jatim.

Ia juga membuat laporan ke SPKT.

Isi laporan yang dilayangkan berupa pembiaran proyek dan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak massa.

Padahal saat ini Indonesia khususnya Blitar sedang konsentrasi memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Penambangan pasir bebas, sabung ayam bebas tidak ada teguran. Tambang pasir di Kali Putih dan Gandungsari,” tuturnya.

“Saya sengaja kirim surat pengunduran diri saya sebagai anggota Polri. Hari ini saya resmi mengundurkan diri ke Bapak Kapolda nanti tembusannya ke Kapolri. Sudah saya ajukan, tinggal tunggu proses lebih lanjut,” ujarnya, Kamis, (1/10/2020).

Dia menyebut, jika AKBP Ahmad Fanani arogan dalam kepemimpinannya.

“Setiap beliaunya marah dan ada yang nggak cocok itu makian kasar yang disampaikan,” ungkapnya.

Sebagai kapolres, lanjut Agus, AKBP Ahmad Fanani tidak memberikan arahan apapun kepada bawahannya.

Namun jika ada pekerjaan yang menurutnya kurang berkenan, kapolres tidak membina anggotanya.

Tapi justru memberi makian dan mengancam akan mencopotnya.

“Mohon maaf kadang sampai nyebut binatang, umpatan. Terakhir sama saya nggak seberapa. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain. Sebenarnya kan kalau sudah salah ya sudah dibina. Ini dimaki terus-terusan. Kadang main copot-copot,” lanjutnya.

Pengunduran diri Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Tri Susetyo sebagai anggota Polri ke Polda Jatim, Kamis (1/10/2020), langsung ditanggapi Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Kapolres juga merespons bahwa ia sering memaki sehingga Agus Tri mundur.

Agus Tri mengajukan pengunduran diri karena tidak betah dengan kepemimpinan Fanani.

Dalam pengakuannya, Fanani selaku kapolres sering memaki-maki saat ia bertugas.

Menanggapi hal itu, Fanani malah menjelaskan bahwa ia baru kali pertama menegur Agus Tri.

Fanani menegur Agus Tri berkaitan kedisiplinan anggota.

Kapolres mendapati ada anggota Sabhara Polres Blitar yang berambut panjang.

Menurutnya, anggota Sabhara yang rambutnya panjang dan berpakaian dinas, tidak etis dipandang masyarakat.

“Saya bisa menjelaskan, yang bersangkutan (Agus Tri) baru pertama kali saya tegur berkaitan disiplin anggota.

Karerna ada anggota Sabhara punya rambut panjang.

Tidak etis dilihat karena pakai baju dinas,” aku kapolres, Kamis (1/10/2020).

Kapolres mengatakan mengetahui ada anggota Sabhara berambut panjang saat menggelar Operasi Yustisi.

Begitu melihat ada anggota Sabhara berambut panjang, kapolres langsung menegur Kasat Sabhara.

“Yang bersangkutan (Agus Tri) tidak terima (ditegur).

Sehingga saat pelaksanaan Operasi Yustisi besoknya, ia tidak melaksanakan kegiatan tersebut.

Lalu Senin yang bersangkutan tidak masuk dinas sampai hari ini.

Padahal yang bersangkutan adalah Kasatgas Preventif Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, teguran itu sebenarnya meminta Kasat Sabhara memperingatkan anggotanya yang berambut panjang.

“Saya bilang, sebagai pemimpin seharusnya (Kasat Sabhara) menegur anggota, jangan anggota rambutnya panjang seperti bencong,” ujarnya.

Sebelumnya, Agus Tri melayangkan surat pengunduran diri sebagai anggota Polri ke Polda Jatim.

Ia karena tidak betah dengan kepemimpinan Kapolres Blitar.***(trb/ant)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here