Atasi Banjir di STDI, Eko Suharjo Turunkan Dua Alat Berat

0
15
Cawako Dumai Eko Suharjo menurunkan dua alat berat melakukan normalisasi drainase STDI

RRINEWS. CO- DUMAI – Warga Kelurahan Simpang Tetap Darul Ikhsan (STDI) mengapresiasi upaya nyata Calon Walikota Dumai nomor urut 2 Eko Suharjo yang telah mengatasi banjir di sejumlah titik di wilayah tersebut. Eko mengerahkan 2 escavator milik keluarganya untuk menormalisasi kanal dan parit.

“Atas nama masyarakat dan atas nama forum RT kami mengucapkan terimakasih kepada pak Eko Suharjo yang telah mengerahkan dua eskavator untuk mengatasi banjir di sini. Alhamduillah dengan normalisasi ini, air cepat surut,” kata Ketua Forum RT STDI Supianto yang juga Ketua RT 8 STDI, Jumat (02/10/2020).

Dua alat berat tersebut dikerahkan untuk menormalisasi drainase dan kanal di jalan Batu Bintang, Jalan Lumba-lumba, Jalan Meranti dan Jalan Paus Ujung.

Ada sekitar 14 wilayah RT yang tergenang banjir akibat curah hujan tinggi yang bersamaan dengan pasang air laut beberapa waktu lalu.

“Normalisasi dengan alat berat sudah dilakukan sejak tanggal 28 September lalu dan masih berlangsung hingga saat ini. Diperkirakan selesai tanggal 4 Oktober nantuli. Alhamdulillah ketinggian air jauh berkurang dan sudah ada yang kering,” lanjutnya.

Jumat (02/10/2020), Eko Suharjo didamping kader Partai Demokrat Agus Purwanto meninjau lokasi yang telah dinormalisasi.

Selain ketua Forum RT Supianto juga tampak sejumlah ketua RT dan Ketua LPMK kelurahan STDI Agus Nanto menyambut kedatangan Eko Suharjo. Momen tersebut sekaligus dimanfaatkan ketua RT untuk berdialog.

“Alhamdulillah banjirnya cepat surut setelah dinormalisasi. Mudah-mudahan jika bapak nanti terpilih, masalah ini bisa diprioritaskan oleh Pemko Dumai,” harap ketua RT 10 Kelurahan STDI Abbas.

Menanggapi harapan ketua RT kelurahan STDI ini, Eko menyebut bahwa Ia dan Syarifah menjadikan penanganan banjir sebagai salah satu program utama. “Ini adalah salah satu persoalan Kota Dumai yang menjadi salah satu prioritas untuk dilaksanakan,” kata Eko.

Untuk mengatasi banjir di Kota Dumai memang tidak mudah dan memerlukan biaya cukup besar. Ini karena secara geografis, posisi Kota Dumai hampir sama tinggi dengan ketinggian air laut ketika pasang.

“Jika diberi kepercayaan, kami akan akan mengevaluasi program penanganan banjir yang telah dilakukan dan membuat skala prioritasnya. Misalnya saja dengan menormalisasi drainase secara rutin membangun embung-embung atau kawasan penampungan air dan membuat pintu klep. Sehingga pembuangan air bisa diatur jika curah hujan tinggi yang datang bersamaan dengan pasang air laut,” kata Eko. ***(rls)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here